Tips Mengendalikan Asam Lambung Untuk Menghindari Refluks

Jika Anda pernah mengalami kondisi dimana bagian dada hingga leher merasa tidak nyaman seperti terbakar dan panas, itu karena Anda mengalami kondisi yang disebut dengan refluks asam (refluks gastrosofagus). Dan kali ini saya akan membahas bagaimana cara dan Tips Mengendalikan Asam Lambung Untuk Menghindari Refluks terjadi.

Pengertian dari Refluks Asam

refluks asam lambung

Refluks asam, adalah kondisi dimana naiknya asam lambung ke esofagus. Hal ini diakibatkan belum sempurnanya katup antara lambung ke esofagus. Jadi, ketika seseorang mengalami refluks, biasanya dia akan mengalami rasa terbakar pada area dada. Sebenarnya refluks asam tidak berhubungan dengan sebab-sebab tertentu, akan tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resikonya. Beberapa faktor seperti kegemukan, kehamilan, merokok, berbaring, sembelit, banyaknya makanan di perut, serta hernia hiatal (kondisi medis yang ditandai dengan penonjolan pada bagian atas lambung yang menyelinap masuk kedalam dada melalui diafragma dikarenakan oleh robekan atau melemahnya bagian diafragma) adalah faktor pemicu dari terjadinya refluks asam.

Tips mengendalikan asam lambung

Cara menghindari refluks asam adalah dengan mengendalikan asam lambung. Selama ini, penanganan refluks dilakukan dengan menggunakan obat yang bisa mengurangi asam lambung. Selain itu, pengelolaan asam lambung yang tepat bisa menjadi salah satu pencegahannya. Sebenarnya ada beberapa cara alami dalam mengendalikan asam lambung, dan beberapa tips berikut dapat Anda ikuti untuk mengendalikan asam lambung, diantaranya:

1. Mengurangi berat badan.
Sebuah penelitian tahun 2005 terhadap 453 responden mengungkapkan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas adalah faktor resiko dari gejala refluks asam lambung. Penelitian yang diterbitkan pada The American Journal of Gastroentereology ini, juga mengatakan bahwa diet sehat seperti mengonsumsi sayuran, makanan berserat dan karbohidrat kompleks, diyakini mampu membuat gula darah tetap stabil dan hormon pembakar lemak bisa bekerja dengan optimal.

2. Mengurangi makanan pemicu refluks.
Makanan-makanan sehat seperti bawang putih, tomat, jeruk, dan beberapa jenis makanan lainnya ternyata bisa memicu produksi asam lambung berlebih. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks. Walaupun ini sifatnya kondisional dan berbeda pada setiap orang, sebaiknya anda tetap waspada saat mengonsumsi makanan-makanan tersebut.

3. Minum air satu jam sebelum makan.
Sebagian besar peneliti sepakat bahwa refluks bisa dipicu akibat kondisi dehidrasi di saluran pencernaan atas. Walaupun begitu, minum banyak air disaat makan berlangsung juga bisa menyebabkan perut cepat penuh, dan akan memicu refluks. Maka dari itu, minumlah air satu jam sebelum makan, dan sebaiknya tidak minum air ketika makan sedang berlangsung.

4. Tidak mengonsumsi karbohidrat berlebihan.
Menurut beberapa penelitian, mengurangi gula dan makanan yang tinggi karbohidrat dapat mengurangi gejala refluks. Bahkan sebuah studi menunjukkan jika karbohidrat lebih berperan dalam memicu refluks dibandingkan dengan lemak ataupun kopi.

5. Hindari stres.
Stres adalah pemicu dari banyak penyakit, dan salah satunya adalah refluks asam lambung. Sebuah penelitian dalam The american Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa mereka yang sedang stres cenderung mengalami peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan juga gejala refluks. Oleh sebab itu, hindarilah stres sebisa mungkin.

6. Cukup tidur.
Penelitian dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur saat malam cenderung mengalami refluks keesokan harinya. Oleh sebab itu, pastikan anda mendapatkan waktu tidur yang cukup setidaknya 7-8 jam per hari.

7. Mengonsumsi enzim pencernaan dan probiotik.
Salah satu cara untuk mengurangi risiko refluks adalah dengan mengonsumsi enzim pencernaan dan probiotik. Untuk mendapatkan enzim pencernaan, anda bisa mendapatkannya pada sayuran dan suplemen.

8. Makan perlahan.
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Gastroenterology, orang yang makan dengan terburu-terburu cenderung mengalami refluks. Oleh sebab itu makanlah secara perlahan dan nikmati hidangan yang anda santap. Sebagai informasi, waktu yang diperlukan otak untuk menerima sinyal kenyang adalah 20 menit.

9. Mengurangi gluten.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology menunjukkan bahwa gejala refluks sering dijumpai pada mereka yang mempunyai penyakit seliak. Penyakit seliak adalah suatu penyakit keturunan yang ditandai dengan terjadinya alergi akibat intoleransi gluten (sejenis protein yang terdapat pada tepung terigu, barley, gandum, gandum hitam). Mengurangi makanan yang mengandung gluten dapat menjadi solusi untuk menghindari gejala tersebut.

Dengan terkendalinya asam lambung, maka refluks tidak akan terjadi. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Karena kesehatan itu mahal, jadi tidak ada salahnya untuk kita mencoba tips diatas. Semoga apa yang disampaikan pada situs ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Salam.

– Tips Mengendalikan Asam Lambung Untuk Menghindari Refluks –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *