Masalah Perut Yang Dihadapi Anak-anak

Anda sebagai orangtua tidak boleh lalai pada kesehatan anak Anda. Jangan remehkan saat anak tiba-tiba mengeluh sakit perut.

Masalah Perut Yang Dihadapi Anak-anak

Sakit perut sendiri termasuk gangguan kesehatan yang cukup umum pada anak-anak. Penyebabnya pun cukup beragam, dan penanganan sakit perut pada anak tidak boleh sembarangan. Maka dari itu, Anda harus mengetahui beberapa gangguan perut yang bisa terjadi pada anak. Diantaranya :

1. Sembelit.

Sekitar 40% di antaranya diawali sejak anak berusia 1-4 tahun mengalami Sembelit. Gejalanya adalah :

Kebiasaan anak malas buang air besar sehingga Sembelit makin menjadi.
Ada rembesan cairan (soiling) yang mengotori celana anak. Ini terjadi sebab anak tidak bisa buang air besar.

Sebagian besar sembelit terjadi karena organ pencernaan tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu, pola makan, kurang minum dan asupan susu berlebihan juga menjadi penyebabnya.

2. Gumoh.

Gumoh sering terjadi pada bayi. Gejala nya adalah bayi menjadi lebih rewel, cengeng, terkadang sampai menjerit. Dalam kasus yang lebih berat, bisa dijumpai darah pada gumoh si kecil, biasanya karena ada gangguan menelan atau batuk kronis berulang.

Penyebab keluarnya isi lambung ke dalam saluran pencernaan atas yang berlangsung tidak secara terus-menerus, namun hanya sesaat. Jika terjadi gumoh yang terjadi terus-menerus, efeknya berakibat pada terjadinya komplikasi, yakni radang saluran pencernaan bagian atas (asam lambung masuk saluran pencernaan atas).

4. Diare.

Diare anak paling sering dialami anak usia 0-2 tahun.
Gejalanya adalah dehidrasi, mulai dari dehidrasi ringan sampai berat, hingga dapat mengancam jiwa.

Penyebab Ada beberapa penyebab diare, yakni virus (50-70%) Rotavirus, bakteri (25%) E. Coli, Shigela vibrio cholerae, salmonela, serta protozoa (5%) jenis cryptosporidium. Anak dapat tertular kuman-kuman penyebab diare ini melalui makanan dan minuman yang tercemar, misalnya akibat tidak terjaganya kebersihan peranti makan dan minum atau tangan. Akibatnya Si kecil akan kehilangan sejumlah cairan dan elektrolit tubuh karena muntah dan diare yang cair.

5. Muntah.

Muntah pada anak bisa terjadi pada semua usia. Muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah makan dan minum.

Penyebab muntah adalah gejala berupa keluarnya isi lambung dan usus. Nah, muntah pada bayi dapat terjadi sesudah minum atau makan, dan akan berkurang seiring dengan bertambahnya umur. Jika merupakan kelainan bawaan sejak lahir, biasanya terjadi penyempitan lambung atau usus halus bagian atas dan terjadi kelainan berupa malrotasi (perputaran) usus. Pada bayi yang berumur 2 bulan, penyebab muntah adalah penyempitan aliran makanan dari lambung ke usus kecil (stenosis pilorus hipertropi), sedangkan pada anak yang lebih besar muntah bisa karena penyakit infeksi (misalnya infeksi saluran pencernaan), trauma kepala (gegar otak), penyakit liver yang dideritanya, dan lain-lain.

5. Sakit perut berulang.

Sakit perut berulang dapat terjadi pada semua umur. Gejala yang muncul adalah muntah, menjerit, menangis, dan tanpa adanya trauma yang dapat dijelaskan secara persis. Usia 2-5 tahun anak sudah dapat mengatakan sakit perut, namun lokasinya belum bisa ditunjukkannya secara tepat.

Penyebabnya akibat organ pencernaan tidak menjalankan fungsinya, bisa pula akibat adanya kelainan pada organ tubuh. Sakit perut juga terjadi karena faktor sosial atau psikis. Misalnya, sakit perut muncul ketika anak malas sekolah karena trauma atau ketakutan terhadap guru atau di-bully temannya. Lalu, akibat infeksi, seperti infeksi bakteri.

Posted by Obat Asam Lambung Meningkat Dan Maag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *